Minggu, 02 Juni 2013

hari depan

keheningan tak bersuara
aku takut,iya aku takut
membayangkan.aku takut
apalagi untuk menatap aku tak berani

tak ada guam,tak menghasilkan
bagai genderang yang memaksa untuk hidup
tak boleh lumpuh walau setitik
berani menatap dan memandang

do'a yang di lantunkan
tak akan ada jemu
sampai nanti waktunya akan tiba
sesampai di ujung sana

terus dan terus mencari menapaki
dengan kemauan yang sejuta
disini, berserah pada-Mu
kau maha penentu

puisi

Untuk kesekian kali meluruh
Hanya engkau yang menopang
Menemani mengasihi
Hanya engkau yang mengerti
Berdenyut tapi tak hidup
Mendengar tapi tak menyanggah
Secara nyata.hanya terdiam
Mengetahui membalas
Menengadah dengan raut hina
Mengangkat tangan dengan penuh dosa
Bersujud diseperempat malam
Mengadu sejadi-jadinya
Rindu bertemu bukan
Hal yang langka untuk dirasakan
Teruntuk pada-Mu
Yang Maha dari segala Maha